Selasa, 20 Agustus 2013

SEJARAH INTERNET DUNIA DAN INDONESIA

  1. SEJARAH INTERNET DUNIA
    Sejarah Internet dimulai pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor mulai   melakukan   penelitian   tentang   jaringan   global   dan   masalah   interoperabilitas. Selanjutnya, program  penelitian  mulai   dilakukan   untuk  melihat  mekanisme pengaitan  jaringan-jaringan yang berbeda secara fisik. Salah satu solusi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching. Pada teknik packet switching, data atau file berukuran besar yang akan dikirim melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi paket kecil-kecil agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal.  Peneliti utama dalam pengembangan packet switching ini adalah Donald Davies (NPL), Paul Baran (RAND Corporation),  Leonard Kleinrock dan kawan-kawan (MIT) dan UCLA Research Programs.
    Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi   di  DARPA  (Badan  Riset  Angkatan  Bersenjata  Amerika   Serikat)   bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert  dari  MIT,  Robert  Taylor  memulai  proyek yang kemudian dikenal  sebagai ARPANET.  Sambungan   pertama ARPANET  terbentuk antara University of  California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada  jam 22:30  tanggal  29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni  University   of  Utah   dan  University   of  California,   Santa  Barbara   sehingga   total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang   berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.
    Selain jaringan untuk penelitian seperti ARPANET dan X.25, para hobbiis komputer juga mengembangkan   teknik   jaringan   sendiri   yang   kemudian   cukup   populer,   yaitu  UUCP. Masalah   terbesar   pada   teknik   ini   adalah   bagaimana   supaya   berbagai   jenis   peralatan jaringan,   seperti   telepon,   radio,   kabel   LAN  yang   secara   fisik   sangat   berbeda   dapat berkomunikasi   satu   sama   lain.  Dalam  bahasa   yang   sederhana, komputer yang  terhubung menggunakan  telepon,  dapat  berkomunikasi  dengan komputer yang tersambung ke jaringan LAN maupun jaringan radio. Hal ini mendorong terjadinya inter-network   (antar   jaringan)   secara   global   yang   kemudian   hari   kita   kenal   sebagai “Internet”. 
    Selain protokol Internet,  hal lain yang tidak kalah penting dalam perkembangan Internet adalah metode pengalamatan di Internet. Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di  University of  Southern California  (USC)  adalah orang yang  sangat  berjasa di  balik berbagai alokasi alamat IP Internet, manajemen Domain Name System (DNS), tipe media, dan   berbagai   alokasi   nomor   untuk   tata   cara   komunikasi   penting   di   Internet. Hingga wafatnya pada tanggal 16 Oktober 1998, Jon Postel mengelola Internet Assigned Numbers  Authority (IANA).  Pada tanggal 21 Juli 1998,  Jon Postel memperoleh Silver Medali dari International Telecommunications Union (ITU)  atas jasa-jasanya membangun Internet  di dunia.  Saat   ini,   IANA dioperasikan oleh  Internet  Corporation  for Assigned Names and Numbers (ICANN).
  2. SEJARAH INTERNET INDONESIA
    Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.  Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia pada tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia. Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio"[1] di bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB pada tahun 1989. Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNetmerupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine serta chatting dengan conference pada server AIX. Tahun 1995, pemerintah Indonesia melalui Departemen Pos Telekomunikasi menerbitkan ijin untukISP yang diberikan kepada IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya dan Radnet pimpinan BRM. Roy Rahajasa Yamin. Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP). Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi.

    Sumber : Buku Paket Pelajaran TIK oleh RISTEK, DEPDIKNAS, dan DEPKOMINFO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar